Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Bagi muslim di Indonesia, memperingati hari Maulid Nabi sudah menjadi tradisi sejak jaman nenek moyang. Sama halnya di Tanah Betawi, peringatan maulid nabi atau yang biasa disebut muludan ini sudah dilakukan secara turun temurun. Oleh karenanya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menghimbau agar maulid yang sudah menjadi tradisi di tanah Betawi ini, tetap dapat dilakukan hingga akhir zaman.  
 

KH Zainuddin MZ Cucu Ahmad Kurnia- Kabid Informasi Publik Diskominfomas DKI Drs. Kian Kelana-Kadis Sosial DKI Arie Budhiman-Kadisparbud DKI Jakarta Firmansyah-Kabid Kepemudaan Disorda DKI Budi Widiantoro-Kadis PU DKI Jakarta Abdurahman Wahid (Gusdur)  (1940-2009), Presiden RI ke-4 Dr. H. Taufik Yudi Mulyanto, M.Pd-Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Yenni Wahid-Direktur The Wahid Istitute H. Fatahillah, SH., MH. (Seko Administrasi Jakarta Barat) R. Soeprapto (1924-2009), Gubernur DKI Jakarta 1982-1987 WS. Rendra (1935-2009), Budayawan dan Sastrawan Fadjroel Rachman : Selalu Kritis dalam Setiap Masa Amir Hamzah, Tengku (1911-1946), Sastrawan Pujangga Baru Iskandar Alisjahbana (1931-2008), Pencetus Teknopreneurship di ITB Selamat Jalan Ali Alatas (1932-2008 ) Bambang Hendarso Danuri, Polri Mandiri dan Profesional Dr Sjahrir (1945-2008) Dra Rustriningsih Msi, Kini, Srikandi Jawa Tengah Deliar Noer (1926-2008), Cendekiawan Ilmu Politik Ir H Djuanda Kartawidjaja (1911-1963), Pendeklarasi Negara Kepulauan

  Halaman   [1][2][3][4][5][6][7][8][9][10]
 


   
   

   
www.alquran-indonesia.com
 
Crisis