Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo: Dengan konsep 4 M (membersihkan, menanam, menjaga dan melestarikan) bisa meminimalisir bencana yang kerap terjadi di negeri kita akhir-akhir ini dan alam ini tetap terjaga dengan kesadaran penuh dari manusianya sendiri
 
    Batik

    Batik Betawi atau batik yang disenangi umumnya orang betawi ialah corak pesisiran, seperti Pekalongan, Lasem dan Cirebon dengan warna-warna yang menyolok. Perushaan-perusahaan pembatikan dijakarta seperti yang terdapat disekitar tanah Abang dan Palmerah, menyesuaikan produksinya dengan selera konsumen utamanya, yaitu wanita Betawi.

    Motif-motif batik yang disenangi wanita Betawi adalah jenis-jenis seperti "jamblang", "babarankalengan" dan "jelamprang" atau "jelaprang". Motifnya antara lain terdiri dari segi tiga panjang melancip, ujungnya yang lancipnya disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya.

    Jenis batik ini biasa dipakai oleh wanita -wanita yang menghadiri pesta perkawinan, atau gadis-gadis yang menarikan tari cokek. Pada jaman yang lalu, pada masa penjajahan Belanda, Demikian pula "encim -encim", nyonya Cina Betawi, sampai sekarang masih banyak yang suka memakainya.

    Sebagaimana umumnya masyarakat pesisiran Utara Jawa lainnya seperti Pekalongan, wanita Betawi menyenangi batik berwarna cerah menyolok, bukan sogan, dengan kepala atau tumpal bermotif geometris, antara lain berbentuk segitiga, yang menurut istilah setempat dikenal dengan sebutan bentuk mancungan. Di daerah pinggiran jakarta, kalau motif lancip demikian itu bergerigi biasa disebut pucuk rebung.

     

    referensi :DINAS KEBUDAYAAN DAN PERMUSEUMAN PROPINSI DKI JAKARTA, Ikhtisar Kesenian Jakarta, 2003

    sumber :DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

    :: Lihat Artikel Lainnya

 


   
   

   

 
Crisis